Strategi Balita: Dengan trik mental ini, Anda dapat lebih mudah memaafkan

Siapa yang tidak tahu sesuatu seperti ini:

  • Komentar kritis dari Mama tentang gaya hidup kita yang tidak sehat,
  • pendapat yang sama sekali salah dari pasangan tentang perselisihan dengan sahabat kita,
  • saudari kita yang benar-benar merombak masalah kita di telepon
  • atau kolega yang terdengar seperti kita tidak melakukan pekerjaan dengan benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terus-menerus dalam situasi di mana kita merasa diserang oleh orang lain, terluka, dihina atau ditendang dengan cara lain. Itu benar-benar dapat memengaruhi suasana hati, menghabiskan banyak energi atau, dalam kasus terburuk, bahkan menghantam kita begitu keras sehingga kepercayaan diri menjadi retak. Bisakah itu? tidak harus!



Dengan trik pikir ini, Anda melindungi diri dari penghinaan

Penulis Seth Godin menemukan ide menarik yang membawanya ke "Strategi Balita": Ketika seorang anak kecil menjulurkan lidahnya, melemparkan makanan padanya, atau menentang "kamu bodoh, aku benci kamu!" melemparkannya, kita tidak akan pernah mendapatkan ide untuk membencinya atau membawanya ke hati. Kami akan mengambil brokoli dari celana kami, mungkin menenangkan anak itu atau bergerak dengan tidak bergerak. Karena kita tahu persis: Si kecil bahkan tidak berpikir bahwa itu bisa memperhitungkan posisi kita.

Ini memiliki pandangan (anak) terbatas tentang dunia dan terlalu sibuk memproses kesan dan masalahnya sendiri untuk dipertimbangkan orang lain. Dan jika kita jujur ​​sekarang: Banyak Sebenarnya, kita orang dewasa tidak sama



Orang dewasa melihat dunia? atau sebagian kecil darinya? tetapi hanya dari dua mata sendiri. Dan masalah dan tuntutan yang membatasi dan mengaburkan perspektif mereka (dari pengalaman) jauh lebih luas daripada anak-anak kecil. Maka, tidak mengherankan, bahwa bahkan orang dewasa pun tidak selalu peduli dan berhati-hati dan bahwa mereka kadang-kadang (atau sering) menginjak kaki orang lain.

Dan itulah tepatnya yang harus kita sebut waktu berikutnya dalam kesadaran, jika ibu, teman, BFF, dan teman-teman datang kepada kita lagi bodoh. Mereka hidup di dunia kecil mereka sendiri dan oleh karena itu, tidak dapat melihat, mengetahui dan mempertimbangkan banyak sekali. Dan kita bisa melakukan itu? selain itu, yang terbaik adalah dengan diam-diam mencerahkan Anda tentang perspektif kami? sama sekali tidak ada yang berubah. Tapi setidaknya kita bisa melindungi diri dan mengingat: Yang lain tidak ingin melukai kita lebih dari kita melukai mereka! Namun terkadang itu justru tidak bisa dicegah? Tentu saja tidak ada salahnya mencoba.



Kiat video: 7 tanda bahwa Anda tidak cukup mencintai diri sendiri

Motivasi Inspirasi - The Power of Forgiveness (Februari 2020).



wawasan